Kamis, 18 Desember 2014

MASSA JENIS BENDA

 MASSA JENIS 




Massa jenis. Salah satu sifat penting dari suatu benda adalah kerapatan alias massa jenisnya. Istilah kerennya adalah densitas (density). Massa jenis adalah perbandingan massa terhadap volume zat. Secara matematis ditulis :
p = m/v
(p dibaca “rho”) merupakan huruf yunani yang biasa digunakan untuk menyatakan kerapatan, m adalah massa dan v adalah volume.
Satuan sistem Internasional massa jenis adalah kilogram per meter kubik (kg/m3). Untuk satuan CGS alias centimeter, gram dan sekon, satuan massa jenis dinyatakan dalam gram per centimeter kubik (gr/cm3).
Berikut ini data massa jenis dari beberapa benda.
Massa jenis - 1
Massa jenis benda yang dinyatakan dalam tabel di atas merupakan massa jenis benda pada suhu 0o C dan tekanan 1atm (atmosfir alias atm = satuan tekanan)

Massa jenis udara dan zat cair
Massa jenis fluida berbeda dengan massa jenis zat padat. Besi atau kayu memiliki kerapatan yang sama pada setiap bagiannya. Berbeda dengan fluida, misalnya udara atau air. Makin tinggi udara dari permukaan permukaan laut, massa jenis udara semakin kecil. Hal ini disebabkan karena gaya gravitasi berkurang terhadap ketinggian. Semakin ke atas, gaya gravitasi semakin kecil sehingga jumlah udara yang ditarik juga berkurang. Jumlah udara di dekat permukaan laut lebih banyak dibandingkan jumlah udara di puncak gunung. Dalam suatu ruang atau volume yang sama, udara yang berada di dekat laut mempunyai massa yang lebih besar sehingga massa jenisnya juga lebih besar. Sebaliknya udara yang berada di puncak gunung mempunyai massa lebih kecil sehingga massa jenis udara juga lebih kecil. Semakin jauh dari permukaan laut, massa jenis udara semakin kecil.
Bagaimana dengan massa jenis air, misalnya air laut ? Udara terdiri dari atom atau molekul yang terpisah dan mudah bergerak sehingga banyak atau sedikitnya jumlah udara sangat dipengaruhi oleh besar atau kecilnya gaya gravitasi yang menariknya. Sebaliknya molekul air tidak berdiri sendiri dan tidak terpisah satu sama lain; molekul air saling terikat dan tidak mudah bergerak. Karenanya jumlah molekul air pada permukaan laut tidak berbeda jauh dengan jumlah molekul air di dasar laut. Jadi massa jenis air laut di permukaan hampir sama dengan massa jenis air laut di dasar laut, walaupun ketinggiannya berbeda.

Pengaruh perubahan suhu dan volume terhadap massa jenis fluida
Setiap benda memuai (volume bertambah) jika suhunya meningkat dan menyusut (volume berkurang) jika suhunya berkurang. Kecuali air pada suhu 0oC–4oC. Beberapa contoh berikut menjelaskan hal ini. Pernah mengalami peristiwa di mana roda sepeda motor yang sedang diparkir kempes walaupun tidak ada kebocoran ? Roda sepeda motor kempes karena volume udara di dalam roda berkurang. Volume udara berkurang karena menurunnya suhu udara tersebut. Hal ini terjadi ketika suhu udara sangat dingin. Contoh lain. Silahkan meniup balon karet hingga mengembang lalu ikat mulut balon agar udara tidak keluar. Jemur balon di tempat yang panas. Amati apa yang terjadi pada balon! Balon akan meletus karena volume udara di dalam balon bertambah akibat peningkatan suhu udara tersebut. Elastisitas karet tidak mampu menahan pemuaian udara sehingga balon meletus.
Dua contoh di atas menunjukkan bahwa volume fluida, baik zat cair maupun zat gas dapat berubah jika suhunya berubah. Massa udara di dalam roda atau balon tertutup selalu sama; yang berubah hanya volume udara. Perubahan volume udara menyebabkan massa jenis udara berubah.

DAFTAR PUSTAKA :
http://gurumuda.net/massa-jenis.htm

PENCEMARAN TANAH

PENCEMARAN TANAH 



Definisi dan Pengertian dari Pencemaran tanah adalah kerusakan lapisan tipis bumi yang bermanfaat yaitu tanah produktif untuk menumbuhkan tanaman sebagai sumber bahan makanan. Tanpa tanah yang subur, petani tidak bisa bercocok tanam dan menghasilkan makanan untuk orang di seluruh dunia

Tanah yang subur dipengaruhi juga oleh organisme seperti bakteri, jamur, dan organisme lain yang menguraikan limbah dalam tanah dan menyediakan unsur hara. Unsur hara memberikan pertumbuhan bagi tanaman. Pupuk dan pestisida dapat membatasi kemampuan organisme tanah untuk menguraikan limbah. Akibat penggunaan pupuk dan pestisida berlebihan dapat merusak produktivitas tanah.

Pencemaran tanah disebabkan oleh hasil pembuangan limbah yang mengandung bahan-bahan anorganik yang sukar terurai dalam tanah seperti plastik, kaca, dan kaleng. Bahan-bahan ini sukar diuraikan oleh organisme dan mengakibatkan produktivitas tanah akan berkurang.

Jika limbah atau sampah yang dibuang mudah terurai oleh mikroorganisme, bahan-bahan itu akan mengalami proses pembusukan kemudian terurai dan menyatu dengan tanah sehingga tidak menimbulkan pencemaran.
Dampak langsung akibat limbah yang dirasakan manusia adalah timbulnya bau yang tidak sedap dan kotor. Dampak yang tidak langsung diantaranya tempat pembuangan limbah dapat menjadi tempat berkembangnya organisme penyebab penyakit. Organisme ini dapat menyebabkan pernyakit ataupun hanya sebagai vektor (pembawa) penyakit yang merugikan manusia. Adapun penyakit yang dapat berkembang pada daerah berlimbah yang tidak terjada sanitasinya seperti pes, kaki gajah, malaria, demam berdarah ataupun penyakit yang lain.
Penyebab pencemaran tanah diantaranya sampah-sampah anorganik yang tidak dapat diuraikan oleh bakteri. Upaya untuk mengurangi penumpukan sampah adalah dengan melakukan daur ulang sampah anorganik.

Bahan-bahan yang tidak bisa terurai seharusnya dapat dipisahkan kemudian dimasukan dalam proses daur ulang. Proses daur ulang yang dilakukan membuat limbah diolah kembali menjadi barang yang dapat dipergunakan. Barang hasil daur ulang dapat berupa barang yang sama dengan asalnya ataupun dapat memproduksikan barang yang berbeda.

Limbah padat mungkin merupakan bentuk yang paling terlihat dari Pencemaran. Setiap tahun, orang membuang miliaran ton sampah padat. Limbah padat dari rumah, kantor, dan toko disebut limbah padat perkotaan. Limbah-limbah termasuk kertas, plastik, kaca, kaleng logam, sisa makanan, dan sisa pangkasan taman di halaman. Limbah lainnya dibuang terdiri dari mobil, besi tua, bahan sisa dari proses pertanian, dan limbah pertambangan yang diketahui sangat membahayakan dan merusak.

Penanganan limbah padat menjadi masalah karena metode pembuangannya merusak mencemari lingkungan. Pembuangan terbuka merusak keindahan tanah alam dan menyediakan persembunyian untuk tikus dan hewan pembawa penyakit. Kedua pembuangan terbuka dan landfill (daerah penanaman limbah) dapat mengandung racun yang meresap ke dalam air tanah atau mengalir ke sungai dan danau. Kegiatan Pembakaran limbah padat menciptakan asap dan Pencemaran udara lainnya. Bahkan pembakaran limbah dapat melepaskan bahan kimia beracun, abu, dan logam berat berbahaya ke udara.

Limbah berbahaya terdiri dari zat dibuang yang dapat mengancam kesehatan manusia dan lingkungan. Sumber limbah berbahaya meliputi industri, rumah sakit, dan laboratorium. Limbah tersebut dapat menyebabkan cedera langsung ketika orang bernapas, menelan, atau menyentuhnya. Ketika dikuburkankan di tanah atau ditinggalkan di tempat pembuangan terbuka, beberapa limbah berbahaya dapat mencemari udara, air tanah, dan tanaman pertanian.

Sejumlah kegiatan manusia lainnya juga dapat merusak tanah. Irigasi tanah di daerah kering dengan drainase yang buruk bisa menyebabkan genangan air di ladang. Ketika air yang ada menguap, ia meninggalkan endapan garam, membuat tanah terlalu asin untuk tanaman bertumbuh.

Kegiatan pertambangan dan peleburan mencemari tanah dengan logam berat beracun. Banyak ilmuwan percaya bahwa hujan asam juga dapat mengurangi kesuburan tanah.

Beberapa limbah berbahaya serius dapat membahayakan kesehatan manusia, satwa liar, dan tanaman. Polutan ini termasuk radiasi, pestisida, dan logam berat.

Radiasi adalah polutan tak terlihat yang dapat mencemari setiap bagian dari lingkungan. Kebanyakan radiasi berasal dari sumber-sumber alam, seperti mineral dan sinar matahari. Para ilmuwan juga dapat menghasilkan unsur-unsur radioaktif dari laboratoriumnya. Radiasi radio aktif dalam jumlah besar dapat merusak sel dan menyebabkan kanker.

Limbah radioaktif yang dihasilkan oleh reaktor nuklir dan pabrik-pabrik senjata menimbulkan masalah lingkungan yang serius. Beberapa limbah ini akan tetap bersifat radioaktif selama ribuan tahun. Penyimpanan limbah radioaktif yang aman sangat sulit dan mahal.

Pestisida disemprotkan pada tanaman atau di kebun, pestisida dapat ditiup oleh angin ke daerah lain. Mereka juga dapat mengalir dengan air hujan ke sungai terdekat atau dapat merembes melalui tanah ke dalam air tanah. Beberapa pestisida dapat tetap berada di lingkungan selama bertahun-tahun dan lolos dari satu organisme ke organisme lain. Sebagai contoh, ketika pestisida yang hadir terdapat dalam sungai, ikan kecil dan organisme lain dapat menyerapnya. Ikan yang lebih besar memakan ikan terkontaminasi, dalam organisme ini tertimbun sejumlah pestisida yang lebih besar dalam dagingnya. Proses ini disebut bioakumulasi.

Logam berat termasuk merkuri dan timah menyebabkan pencemaran. Aktivitas pertambangan, penghasil limbah padat, proses industri, dan kendaraan bermotor semua dapat melepaskan logam berat ke lingkungan sekitar. Seperti pestisida, dapat bertahan lama dan menyebar melalui lingkungan. Pestisida dapat terakumulasi dalam tulang dan jaringan dalam tubuh hewan. Pada manusia, logam berat dapat merusak tulang, berbagai organ, dan sistem saraf. Banyak juga dapat menyebabkan kanker.
DAFTAR PUSTAKA :
http://pengertian-definisi.blogspot.com/2011/11/pencemaran-tanah.html

METABOLIT SEKUNDER - TANAMAN SELADA


TUGAS BIOTEKNOLOGI
METABOLIT SEKUNDER 
(Tanaman Selada)


SELADA (Lactuca sativa)


1. FAMILI 
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan
Plantae
Divisi
Magnoliophyta
Kelas
Magnoliopsida
Ordo
Asterales
Family
Asteraceae
Genus
Lactuca
Spesies
L. Sativa
Selada (Lactuca sativa) adalah tumbuhan sayur yang biasa ditanam di daerah beriklim sedang maupun daerah tropika. Kegunaan utama adalah sebagai salad.  Awalnya, tanaman ini mungkn digunakan sebagai obat, dan untuk minyak-bijinya yang dapat dimakan. Beberapa ras lokal selada, diketahui digunakan untuk diambil minyak-bijinya.
Selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagai lalapan. Selada mempunyai kandungan mineral, termasuk iodium, fosfor, besi, tembaga, kobalt, seng, kalsium, mangan, dan potasium, sehingga selada mempunyai khasiat terbaik dalam menjaga keseimbangan tubuh. 

2. BAGIAN-BAGIAN SELADA 
Pada daun selada, menyimpan potensi karena mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan. Pada daun selada yang berwarna hijau juga megandung asam folat. Selain itu, selada juga mengandung senyawa metabolit sekunder seperti phenolik, polifenol, flavonoid dan vitamin C (asam askorbat) yang dapat bertindak sebagai antioksidan alami. 
3. FUNGSI KANDUNGAN DARI SELADA 
a. Phenolik
Merupakan senyawa senyawa aktif dari fraksi etil asetat yang juga memiliki senyawa fenol yang berpotensi sebagai anti bakteri. Xanthone merupakan subtansi kimia alami yang tergolong dalam senyawa polyphenolic. Xanthone sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh sebagai antioksidan, antiproliferatif, antiinflamasi dan antimikroba. Senyawa polyphenol dapat menghambat kerja enzim bakteri dengan mengoksidasi senyawa, karena bereaksi dengan kelompok sulfhydryl atau interaksi nonspesifik dengan protein.
b. Asam folat 
Fungsi asam folat antara lain membantu reaksi penting metabolisme asam amino dan membantu pembentukan sel darah merah dan sel darah putih dalam sumsum tulang.
c. Polifenol 
Kelompok bahan kimia dengan lebih dari satu unit fenol per molekul. Polifenol diketahui mempunyai sifat antioksidan. Adanya antioksidan diyakini memiliki khasiat meningkatkan kemampuan anti-inflamasi dan kekebalan tubuh. Polifenol mampu memperlambat proses penuaan, sirkulasi darah, meningkatkan kesehatan jantung, menghambat pertumbuhan kanker, dan mencegah terjadinya keropos tulang (osteoporosis). 
d. Flavonoid 
Merupakan jenis dari polifenol yang diketahui mempunyai sifat antioksidan.  Adanya antioksidan diyakini memiliki khasiat meningkatkan kemampuan anti-inflamasi dan kekebalan tubuh. 
e. Vitamin C (asam askorbat)
Vitamin C dalam manfaatnya sudah dikenal untuk membantu penyerapan zat besi, mempertajam kesadaran, dan membantu pembuangan feses atau kotoran. Vitamin C diperlukan untuk menjaga kolagen dalam tubuh. 

Manfaat daun selada bagi kesehatan antara lain :
1. Membantu menurunkan risiko gangguan jantung dan terjadinya stroke.
2. Mengurangi risiko terjadinya kanker.
3. Mengurangi risiko terkena katarak.
4. Membantu mengurangi risiko spina bifida ( salah satu jenis gangguan kelainan pada tulang belakang )
5. Membantu kerja organ pencernaan dan kesehatan organ hati.
6. Mengurangi gangguan anemia.
7. Membantu meringankan Insomnia ( sulit tidur ) karena ketegangan syaraf.



DAFTAR PUSTAKA :
- http://darialam.blogspot.com/2008/10/manfaat-daun-selada-bagi-tubuh.html?m=1
- http://www.amazine.co/18696/tips-antioksidan-8-manfaat-polifenol-untuk-kesehatan/

METABOLIT SEKUNDER - BUAH PARE


TUGAS BIOTEKNOLOGI
METABOLIT SEKUNDER 
(Tanaman Pare )







Oleh :
Dina Liswati (12030654232)
S1- Pendidikan Sains 2012 –B

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2014



PARE 
 (Momordica Charantia L)

 

1. FAMILI 
Tanaman pare (Momordica charantia L) termasuk dalam tumbuhan C4 karena mempunyai anatomi daun yang unik berkaitan dengan mekanisme fotosintesis tanaman C4. Dalam tumbuhan C4 terdapat dua jenis sel fotosintetik yang jelas berbeda yaitu sel seludang berkas pembuluh dan sel mesofil. Dinamakan demikian karena tumbuhan itu mendahului siklus Calvin dengan fiksasi karbon cara lain yang membentuk senyawa berkarbon 4 sebagai produk pertamanya. Adapun klasifikasi dari tanaman pare adalah sebagai berikut :
Division
Magnoliophyta
Klas 
Magnoliopsida
Ordo 
Cucurbitales
Familia 
Cucurbitaceae
Genus 
Momordica
Spesies 
Momordica charantia L
Tanaman pare (Momordica charantia L) berasal dari kawasan Asia Tropis, namun belum dipastikan sejak kapan tanaman ini masuk ke wilayah Indonesia. Saat ini tanaman pare sudah dibudidayakan di berbagai daerah di wilayah Nusantara. Umumnya, pembudidayaan dilakukan sebagai usaha sampingan. Tanaman pare ini sangat mudah dibudidayakan, karena cara penanamanya relative mudah serta tumbuhnya tidak tergantung pada musim.

2. BAGIAN – BAGIAN PARE
a. Zat Yang Terkandung Pada Buah Pare
Buah pare mengandung insulin sayuran atau polipeptida yang merupakan senyawa yang menyerupai protein insulin. Beberapa kandungan yang dimiliki buah pare adalah: alkaloid (momordicine), asam folat, elasterol, glikosida (momordin dan charantin), dan hydroxytryptamine. Beberapa vitamin terkandung dalam buah pare seperti: vitamin C, A, B1, B12, dan vitamin E. Buah pare mengandung mineral seperti: zing, zat besi, mangan, fosfor, tembaga. Selain itu, pare juga mengandung senyawa seperti pantothenic acid, lutein, likopen, dan serat. Buah pare mengandung Albiminoid, karbohidrat, zat warna, daunnya mengandung momorsidina, momordina, karantina, resin, minyak lemak, karantin, hydroxytryptamine, vitamin A, B dan C.  
b. Pada daun pare mengandung senyawa seperti: momordin, momordicine, asam resinat, charantine, asam trikosanik, resin, saponin, vitamin A, vitamin D, dan lemak. Lemak daun pare terdiri dari asam oleat, asam stearat, asam linoleat, dan L.oleostearat.
c. Bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial. 

3. FUNGSI KANDUNGAN BUAH PARE 
a. Senyawa peptide yang terkandung di dalam pare menyerupai insulin, senyawa ini dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah dan urine. Selain peptide, zat aktif charantin juga dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah.
b. Sedangkan biji pare biasa dimanfaatkan untuk mengatasi jenis penyakit seperti infeksi HIV-1 pada T limfosit dan monosit, serta dimanfaatkan untuk menghambat replikasi virus pada sel yang terinfeksi. Beberapa keluhan atau penyakit lain yang dapat diatasi atau diobati dengan mengkonsumsi biji pare adalah: pengobatan pada penderita cacingan, disfungsi ereksi, dan kanker. Khasiat lain dari biji pare yaitu mampu memberikan efek endrogenik dan menghambat produksi sperma.
c.  Alkaloid
Senyawa alkaloid merupakan senyawa organik terbanyak ditemukan di alam. Hampir seluruh alkaloid berasal dari tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai jenis tumbuhan. Beberapa ahli pernah mengungkapkan bahwa alkaloid diperkirakan sebagai pelindung tumbuhan dari serangan hama dan penyakit, pengatur tumbuh, atau sebagai basa mineral untuk mempertahankan keseimbangan ion. Digunakan sebagai antimalaria, antibiotic dari senyawa viridicatin, dan lain lain. 
d. Saponin (yang terkandung dalam biji pare)
Saponin adalah kelompok senyawa fitokimia disajikan dalam berbagai jenis tanaman, termasuk Phytosterols. Menurut hasil penelitian saponin berperan dalam mencegah penyakit kanker, antioksidan, diabetes tipe II, dan lain-lain. 
e. Vitamin A
Jenis vitamin yang berperan dalam pembentukan sistem penglihatan yang baik, bermanfaat untuk sistem imun, dan sebagai antioksidan yang diwujudkan dalam beta karoten. 


DAPUS :
- Gunawan,Adi.2009. Potensi buah Pare Momordica Charantia 1 Sebagai          Antibakteri Salmonella Typhimurium.Wordpress.(online : http://adigunawan2009.wordpress.com/2009/05/26/potensi-buah-pare-momordica-charantia-l-sebagai-antibakteri-salmonella-typhimurium/)  diakses pada tanggal 20 April 
- http://fmazones.blogspot.com/2013/06/tanaman-metabolit-sekunder1
- http://id.m.wikipedia.org/wiki/Selada

perkecambahan biji


PENGARUH PERENDAMAN BIJI DALAM AIR TERHADAP PERKECAMBAHAN
BAB I
PENDAHULUAN 

A. LATAR BELAKANG 
Semua tumbuhan membutuhkan air untuk pertumbuhan dan perkecambahan. Begitu juga dengan biji suatu tanaman. Dalam perkecambahan, biji membutuhkan air untuk melunakkan kulit biji dan menyebabkan pengembangan embrio dan endosperm. Selanjutnya embrio dan endosperm akan membengkak sehingga mendesak kulit biji yang sudah lunak sampai pecah.
Pada praktikum kali ini, kami ingin melihat pengaruh lama perendaman terhadap penyerapan air oleh biji jagung, yang mana dilakukan dengan perlakuan yang berbeda-beda yaitu waktu lama perendaman yang berbeda selang 4 jam dan tanpa perendaman. Dengan waktu perendaman yang berbeda maka akan terlihat perbedaan proses perkecambahan yang terjadi pada biji kacang hijau.

B. RUMUSAN MASALAH 
1. Bagaimanakah pengaruh lama perendaman biji dalam air terhadap perkecambahan biji jagung ?

C. TUJUAN 
1. Untuk mengetahui pengaruh lama perendaman biji dalam air terhadap perkecambahan biji jagung


BAB II
KAJIAN TEORI 

A. PERKECAMBAHAN 
Banyaknya air yang memadai merupakan syarat utama terjadinya perkecambahan, air dapat menghilangkan masa dormansi dari biji. Perkecambahan merupakan permulaan kembali pertumbuhan embrio di dalam biji. Yang diperlukan adalah suhu yang cocok , dan persediaan oksigen yang cukup. Terbuka terhadap cahaya untuk waktu yang sesuai juga merupakan persyaratan untuk perkecambahan untuk beberapa kasus. (Kimball. 1983)
Periode pertumbuhan tiap jenis tumbuhan berbeda, namun semua diawali dari proses yang sama, yaitu perkecambahan. Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil) dari dalam biji yang merupakan hasil pertumbuhan. Embrio yang terdapat di dalam biji mempunyai beberapa bagian, antara lain embrio akar (radikula), embrio daun (plumula), embrio pucuk (epikotil) dan embrio batang (hipokotil).

B. PROSES PERKECAMBAHAN
         Proses perkecambahan melibatkan proses fisika maupun kimiawi.
1)      Proses fisika
         Proses fisika terjadi ketika biji menyerap air (imbibisi) akibat dari potensial air rendah pada biji yang kering
2)      Proses kimia
         Dengan masuknya air, biji mengembang dan kulit biji akan pecah. Air yang masuk mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormon giberelin (GA). Hormon ini mendorong aleuron (lapisan tipis bagian luar endosperma) untuk mensintesis dan mengeluarkan enzim. Enzim bekerja dengan menghidrolisis cadangan makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosperma. Proses ini menghasilkan molekul kecil yang larut dalam ai, misalnya enzim amilase menghidrolisis pati dalam endosperma menjadi gula. Selanjutnya, gula dan zat-zat lainnya diserap dari endosperma oleh kotiledon selama pertumbuhan embruo menjadi bibit tanaman (Purves et al. 2004)

C. TIPE PERKECAMBAHAN 
1. Perkecambahan epigeal
apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah. Contoh: perkecambahan pada biji buncis dan biji jarak.
2. Perkecambahan hypogeal
apabila terjadi pembentangan ruas batang   teratas (epikotil) sehingga daun lembaga tertarik keatas tanah tetapi kotiledon tetap di dalam tanah. 
Contoh: perkecambahan pada biji kacang tanah dan kacang kapri

D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
   Suatu tanaman dalam proses pertumbuhannya sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor luar (eksternal) dan factor-faktor dalam (internal). Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan yang mempengaruhi pertumbuhannya, sedangkan faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan, terdiri atas faktor intrasel dan faktor intersel.
Faktor Luar (eksternal)
1.  Cahaya/Sinar matahari
      Cahaya sangat diperlukan tumbuhan hijau untuk kelangsungan hidupnya, sebab cahaya/sinar matahari merupakan sumber energi yang digunakan untuk proses berlangsungnya fotosintesis di dalam daun tumbuhan hijau.       
2.  Suhu (Temperatur)
      Setiap proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan selalu dipengaruhi oleh suhu lingkungannya. Suhu juga mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, suhu optimum berkisar antara 22-37 C.
3.  Kelembapan Udara
      Umumnya tanah dan udara sekitar yang kurang lembab (airnya cukup) akan sangat baik atau cocok bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena pada kondisi seperti itu, tanaman menyerap banyak air dan penguapan (transpirasi) air semakin menurun, sehingga memungkinkan cepat terjadinya pembelahan dan pemanjangan sel.
4. Air dan Unsur Hara Tanah
      Air mutlak diperlukan tumbuhan. Fungsi air bagi tumbuhan adalah bahan pembentuk karbohidrat (dalam proses fotosintesis), sebagai pelarut garam mineral di tanah dan sebagai pelarut senyawa-senyawa dalam sel. Air juga sebagai medium/tempat reaksi enzimatis
5.  Nutrisi
      Harus mengandung unsur makro (C,H,O,N,K,S,Ca,Fe,Mg) dan unsur mikro (B,Mo,Zu,Cu,Cl).
Faktor Dalam (Internal)
1) Faktor gen
      Yaitu factor penurunan sifat pada keturunan yang diturunkan adalah sifat-sifat fisik.
2) Hormon
      Hormon tumbuh disebut juga zat tumbuh yang komponennya terdiri atas senyawa protein dengan substansi kimia yang aktif. Zat tumbuh ini banyak jenisnya, antara lain auksin, giberelin, sitokini, asam absisat, gas etilen, asam traumalin, dan kalin.
      a) Auksin
            Hormon auksin merupakan senyawa kimia Indol Asetic Acid (IAA). Hormon auksin diproduksi di bagian koleoptil ujung tunas lalu diangkut oleh jaringan pembuluh angkut menuju tunas, selanjutnya tunas akan tumbuh menjadi tunas bagian akar, batang dan daun. Hormon auksin sangat peka terhadap panas/sinar. Auksin akan rusak dan justru akan menghambat terjadinya pembelashan sel, sehingga pertumbuhan sel batang yang terkena sinar matahari akan menjadi lambat dibandingkan dengan sel jaringan pada sisi batang yang tidak terkena sinar matahari. Auksin bekerja di tempat yang gela dan berhenti di tempat terang (etiolasi)
            Fungsi auksin : - Merangsang pembelahan sel
-    Menaikkan tekanan osmotic
-    Menaikkan permeabilitas sel terhadap air
b) Sitokinin
      Ada dua jenis hormone ditokinin yaitu zeatin (merupakan sitokini alami yang terdapat pada biji jagung) dan kinetin yang merupakan sitokinin buatan. Fungsi sitokinin adalah merangsang pembelahan sel, mengahambat dominasi epical, merangsang pembentukan tunas, mempercepat pertumbuhan memanjang, menunda pengguguran daun, dan menghambat proses penuaan.
      Efek dari sitokinin berlawanan dengan auksin pada tumbuhan. Contoh, jika sitokinin banyak diberikan kepada tumbuhan, maka akan banyak tunas, tetapi jika sedikit diberikan pada tumbuhan maka akan tumbuh banyak akar. Hal ini terjadi karena sitokinin dapat menghentikan dominasi pertumbuhan kumcup atas (apikal) dan merangsang pertumbuhan kuncup samping (lateral)
c) Giberelin
      Hormon giberelin secara alami terdapat pada bagian tertentu tumbuhan yaitu pada buah dan biji saat berkecambah. Giberelin adalah zat tumbuh yang sifatnya sama atau menyerupai hormone auksin. Fungsinya adalah membantu pembentukan tunas/embrio, menghambat perkecambahan dan pembentukan biji. Contoh pada tanaman kerdil.
d) Asam Absisat
      Asam absisat merupakan hormone yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman (inhibitor) yaitu bekerja berlawanan dengan hormone auksin dan giberelin dengan jalan mengurangi atau memperlambat pembelahan dan pembesaran sel. Fungsi asam absisat yaitu dapat mengurangi kecepatan pertumbuhan dan pemanjangan sel pada daerah titik tumbuh, macam pengguguran daun dan mendorong dormansi biji agar tidak berkecambah.
e) Gas Etilen
      Gas etilen adalah suatu gas yang dihasilkan oleh buah yang sudah tua sehingga buah menjadi matang. Fungsi etilen adalah menyebabkan buah menjadi masak, menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokh dan tebal, dapat memacu pembungaan, yang bekerja bersamaan dengan auksin dan bersama giberelin dapat mengatur perbandingan bunga betina dan jantan tumbuhan berumah satu.
f)   Asam Traumalin
      Asam traumalin disebut juga hormone luka/cambium karena hormone ini berfungsi untuk memperbaikibagian tanaman yang rusak/menghasilkan kalus.
g) Kalin
      Merupakan hormone yang berfungsi untuk memacu pertumbuhan organ tumbuhan, di antaranya,
1) rhizokalin, dapat memacu pertumbuhan akar;
2) kaulokali, dapat memacu pertumbuhan batang;
3) fitokalin, dapat memacu pertumbuhan daun;
4) anthokalin, dapat memacu pertumbuhan bunga.
E. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN PENYERAPAN AIR OLEH BIJI ADALAH:
1. Konsentrasi air
Konsentrasi yang dimaksud disini adalah konsentrasi air diluar biji dibandingkan dengan konsentrasi air didalam biji.
2.   Permeabilitas kulit biji atau membrane biji.
Ada biji dimana kulitnya keras dan ada pula kulit biji yang lunak dan permiabel.
3.   Suhu
Apabila suhu air ditingkatkan, hal ini akan meningkatkan difusi air ke dalam biji sampai batas waktu tertentu.
4. Luas permukaan biji yang kontak dengan air.
Kecepatan penyerapan air oleh biji berbanding lurus dengan luas permukaan.
5.   Tekanan hidrostatik
Meningkatnya volume air yang masuk akan menimbulkan tekanan hidrostatik. Meningkatnya tekanan hidrostatik dalam biji akan memperlambat penyerapan air.
6. Spesies.
Masing – masing spesies mempunyai kecepatan penyerapan tertentu.
7. Komposisi kimia.
Biji yang mempunyai kadar protein yang tinggi menyerap lebih cepat sampai tingkat tertentu dibandingkan dengan biji yang kadar karbohidratnya tinggi atau kadar minyaknya tinggi.
8. Umur biji
Biji tua menyerap lebih cepat dan membutuhkan air lebih banyak (Firdaus dkk, 2006)


DAFTAR PUSTAKA 
§ http://perkecambahanbiji.weebly.com/materi.html
§ http://dhevhy4ever.blogspot.com/2012/06/pengaruh-lama-perendaman-terhadap.html?m=1